Juli 13, 2010

Paul si Gurita Peramal akan Pensiun

Paul yang memprediksi dengan tepat hasil 8 pertandingan Piala Dunia 2010, akan pensiun dari pekerjaan meramal.
Paul pada saat memilih kotak kerang berbendera Spanyol untuk pertandingan final melawan Belanda. Dengan usainya Piala Dunia 2010, Paul akan dibebaskan dari pekerjaan meramal dan akan menikmati masa pensiun.
Paul sang Gurita Peramal di akuarium Jerman, yang meramal dengan tepat delapan pertandingan Piala Dunia Afrika Selatan, akan pensiun.

Gurita Peramal ini secara jitu menebak tujuh pertandingan kesebelasan Jerman, dan juga final antara Spanyol dan Belanda. Hari Senin, juru bicara Aquarium Sea Life di Oberhausen, Jerman mengatakan Paul akan pensiun dari pekerjaan meramal, dan melakukan apa yang paling disukainya: bermain dengan orang-orang yang mengurusnya dan menyenangkan anak-anak yang singgah di akuariumnya.

Pada penampilan terakhirnya sebagai peramal, hari Senin Paul diberi kerang yang diletakkan di atas piala emas serupa dengan Piala Dunia. Tetapi, ia mengabaikannya ketika piala itu diturunkan ke dalam akuariumnya.

Paul dilahirkan di Sea Life Center di Weymouth, Inggris bulan Januari 2008. Ia mulai memprediksi pertandingan sepakbola pada Kejuaran Eropa pada bulan Juni 2008, di mana ia menebak dengan tepat enam dari delapan pertandingan.

Sayangnya, bagi mereka yang ingin melihat prediksi Paul di Piala Dunia 2014, masa hidup spesies gurita ini (octopus vulgaris) rata-rata hanya tiga tahun, sehingga Paul diperkirakan tidak akan lagi bisa meramal hasil-hasil pertandingan empat tahun mendatang mengingat usianya sekarang sudah 2,5 tahun.

Peramal berkaki delapan ini membuat ramalannya dengan cara memilih dua kotak berisi kerang yang masing-masing ditandai dengan bendera dari kedua tim yang akan berlaga. Dari delapan kali memilih kotak kerang, delapan kali pula Paul berhasil dengan tepat memilih pemenang hasil-hasil pertandingan Piala Dunia 2010, termasuk yang terakhir menebak dengan jitu bahwa kesebelasan Spanyol yang menjadi Juara Dunia.
sumber : http://www1.voanews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

footer