Juni 20, 2010

Hati-hati Varises Vagina




shutterstock
Varises tak hanya akrab pada betis ataupun anus, di vagina pun bisa terjadi varises. Bedanya, varises vagina sering kali tak menimbulkan keluhan pada penderitanya. Umumnya varises vagina terjadi pada wanita yang sedang hamil.

Varises ini dipicu oleh perubahan hormon sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh darahnya berubah. Atau, bisa juga karena aliran pembuluh darah balik dari kaki ke jantung tertekan oleh beban rahim.

Selain kondisi hamil, varises vagina juga bisa diderita pengguna obat-obatan kortikosteroid. Bisa juga dialami penderita kelainan pembuluh darah. Namun, kasus paling banyak tetap terjadi ketika sedang terjadi kehamilan.

Menurut dr Ifzal, khusus varises vagina, tak bisa diambil tindakan untuk menanggulanginya. Biasanya, dokter cukup membiarkannya saja. Dalam kondisi normal, varises vagina akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan, seiring kadar hormon yang kembali normal.

Walau begitu, risiko terjadinya perdarahan ketika persalinan yang dilakukan per vaginam atau normal tetap ada. Maka, perlu dilakukan persiapan ketika terjadinya perdarahan jika terdiagnosis varises vagina. (Nova/Laili Damayanti / http://kesehatan.kompas.com/read/2010/06/17/1653481/Hati.hati.Varises.Vagina)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

footer