April 14, 2014

Kisah si Batu Ginjal, Bisakah Dibiarkan?

TEMPO.CO, Jakarta -Ukurannya berkisar antara kristal gula sampai ukuran bola ping pong. Jarang terlihat atau terasa, kecuali setelah menyebabkan sumbatan. Terasa sakit saat bergerak atau terdorong ke ureter, saluran sempit menuju kandung kemih. Ya, itulah batu ginjal, yang dibentuk dari garam dan mineral lainnya yang menyatu dalam urin, membentuk batu ginjal. Begitu disebutkan para ahli dari American Urological Association (AUA).

Disebutkan pula, saat masuk dalam saluran urin, batu ginjal ini bisa menyebabkan banyak hal. Termasuk sering merasa sakit luar biasa di daerah punggung, perut, dan pangkal paha, atau nyeri buang air kecil, terdapat darah dalam urine. sering mual dan muntah. Sementara, jika batunya kecil sekali, biasanya keluar sendiri tanpa menmbulkan gejala apapun.

Batu ginjal biasanya jarang didiagnosis sebelum mereka menimbulkan rasa sakit. Nyeri ini sering membuat penderitanya dikirim ke UGD, di mana berbagai tes dapat dilakukan untuk mengungkap batu. Termasuk CT scan, sinar-X, USG, dan urinalisis. Tes darah dapat membantu mencari kadar mineral tertinggi yang terlibat dalam pembentukan batu ginjal.

Jika batu ginjalnya masih berukuran kecil (diameter kurang dari 5mm), biasanya dokter memberikan resep obat penghilang sakit dan menunggu batu tersebut keluar sendiri. Selama itu, biasanya dokter menyarankan Anda untuk minum banyak air atau cairan untuk menjaga urin tak keruh, yaitu sekitar 8-10 gelas per hari.

Jika ukuran batu ginjal sudah di antara 5-10 mm atau lebih dan tidak bisa keluar sendiri, maka penanganan intervensi diperlukan. Misalnya, dari obat yang disebut alpha blockers yang bisa membuat dinding ureter rileks sehingga si batu  bisa bergerak keluar dengan mudah. Efek sampingnya pusing dan sakit kepala.

Prosedur lain yang tak kalah sering disebut dalam penanganan ginjal adalah extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Teknologi ESWL memungkinkan penghancuran batu ginjal melalui gelombang kejut yang ditransmisikan dari luar tubuh. Dalam terapi ESWL ini ribuan gelombang kejut akan ditembakan ke batu ginjal yang menyebabkan batu ginjal hancur menjadi serpihan yang cukup kecil sehingga dapat dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Efek samping, perdarahan, memar dan rasa sakit setelah prosedur dilakukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

footer