Januari 23, 2014

Cegah Serangan Jantung Akibat Olahraga Permainan


Banyak yang menyenangi olahraga permainan, namun tak sedikit pula yang tidak memahami aturan kesehatannya.
Disebut olahraga permainan, jika dilakukan minimal dua orang dan terdapat kompetisi di dalamnya. Jenis olahraga itu, misalnya bulu tangkis, tenis, sepak bola, renang, futsal, bola voli dan sejenisnya. Karena menyenangkan dan tidak membosankan, jenis olahraga itu banyak digemari. Bahkan, bagi sebagian orang, olahraga tersebut dianggap sebagai salah satu olahraga rutin untuk menjaga stamina.

Kenyataannya tidak demikian.  Bebeda dengan jenis olahraga lain, dalam olahraga permainan kita biasanya terpengaruh dengan kekuatan dan kecepatan lawan bermain kita. Misal, ketika berebut bola dalam permainan futsal, jika lawan berlari, maka kita dituntut untuk bisa mengimbangi kecepatan yang dimiliki lawan. Semakin kencang ia berlari, maka semakin kencang pula kita mengejar. Padahal, kemampuan setiap orang berbeda.

Menurut dr. Michael W. Triangto, SpKO, ahli kedokteran olahraga, berkompetisi dengan orang lain dalam berolahraga bisa berakibat buruk. “Apalagi, jika kondisi kita tidak siap,” ujarnya. “Buat orang awam yang sebelumnya tidak pernah melakukan olahraga rutin, ini sangat berbahaya.”

Risiko yang akan dihadapi, menurut Michael, adalah stres karena peningkatan emosi, cedera fisik, kelelahan, hingga serangan jantung yang bisa berakhir dengan kematian. Karena itu, tidak benar jika olahraga harus dilakukan sampai benar-benar capek atau mengeluarkan keringat banyak.

Bagi mereka yang bukan atlet, untuk menghindari risiko tersebut, cara yang bijak dalam melakukan olahraga permainan adalah dengan mengukur kemampuan diri sendiri, tidak terpancing emosi dan nafsu untuk memenangkan persaingan, dan berhentilah sebelum benar-benar capek.

Sumber: http://www.readersdigest.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

footer